Bea Cukai Juanda menghentikan pengiriman ratusan ribu rokok ilegal

TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, Bea Cukai Juanda terus melakukan pengawasan secara maksimal, termasuk mengendalikan peredaran rokok ilegal untuk menjamin hak finansial negara. Bea Cukai Juanda berhasil menggagalkan pengiriman ratusan ribu rokok ilegal dengan label cukai palsu dan label tanpa cukai (rokok biasa).

Ratusan rokok ilegal ini merupakan hasil tuntutan petugas bea cukai terhadap Juanda dari Maret hingga 2004. Juni 2020. Setidaknya ada 82 kasus penuntutan rokok ilegal terhadap berbagai merek rokok kretek. Kepala Bea Cukai Juanda Budi Haryanto (18/6) mengatakan Kamis.

Sampai 540.230 batang, diperkirakan nilainya Rp. Dia menjelaskan: “Potensi kerugian negara 2000 Sepuluh ribu rupiah. Budi menjelaskan, gugatan terhadap pengangkutan rokok ilegal tersebut berasal dari informasi yang diperoleh unit pengawasan dari Bea Cukai Juanda, yaitu pengangkutan rokok ilegal dilakukan melalui kantor pos MPC. Petugas Bea Cukai Juanda di Surabaya didampingi oleh petugas dari Kantor Pos Umum Indonesia melakukan pengangkutan barang fisik tersebut. Periksa Dia berkata: “Untuk memverifikasi keaslian perangko konsumen, pejabat menggunakan keaslian pembaca holografik bersama dengan pembaca holografik dan sinar ultraviolet. “Nota pengiriman tidak menunjukkan alamat lengkap, tetapi hanya nama kota besar.

” Metode yang digunakan adalah penulis merahasiakan pemberitahuan nama produk tanpa menyebutkan alamat lengkap pengirim dan penerima. Dia menjelaskan.

Oleh karena itu, untuk komoditas hasil tindakan berupa rokok ilegal adalah Barang Pengawasan Negara (BDN) yang selanjutnya disebut Barang Milik Negara (BMN).

Budi menambahkan, ini merupakan upaya lanjutan Bea Cukai Juanda untuk memberantas rokok ilegal di tengah pandemi Covid-19. . Dia menyimpulkan: “Pada 2019, akan ada 55 tindakan keras.” (*)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *