Untuk mengurangi rokok ilegal di berbagai daerah, bea dan cukai mengambil tindakan

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai terus meluncurkan program “Rokok Gempur Ilegal” untuk melarang peredaran rokok ilegal di berbagai daerah. Kali ini, Pabean Gresik, Pabean Malang, Pabean Surakarta, dan Pabean Sumbawa melakukan operasi pasar dan penuntutan, serta berhasil mengamankan ribuan rokok ilegal. -Bier Budi Kismulyanto, Kepala Bea Cukai Gresik, mengungkapkan pada Kamis (23/07) pihaknya memperoleh 13.540 batang rokok ilegal tanpa pajak konsumsi. “Diperkirakan potensi kerugian nasional akibat kasus ini berhasil ditangani oleh Bea Cukai Gresik. Rp 13.867.000. Tak bisa dipungkiri, Pabean Malang kembali berhasil mengalahkan Direktur Bea Cukai Malang Latif Helmi. (Latif Helmi) mengatakan, terkait aktivitas pasar di Desa Sitiarjo Malang pada Kamis lalu, terjadi peredaran rokok ilegal. Latif mengatakan, petugas kemudian membawa barang bukti tersebut ke Bea Cukai Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

” Kami akan terus melakukan tindakan lain di wilayah Malang Raya untuk menertibkan peredaran rokok ilegal. ttes. Karenanya, kemungkinan pedagang rokok ilegal mempromosikan produknya akan meningkat, “kata Latif.” – Pada saat yang sama, Kantor Bea Cukai Surakata berhasil mengamankan 239.660 batang rokok ilegal pada Selasa (14/7). . Ketua Budi Santoso (Budi Santoso) mengatakan: “Ribuan rokok ilegal telah lewat.” Mereka dilindungi dari empat tempat berbeda. Empat tersangka bertindak sebagai penjual dan inventaris rokok ilegal. Ini merupakan hasil kerja sama antara Bea Cukai Surakarta di Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Setelah berhasil diproteksi, kerugian negara sebesar Rp142. 195.071. Pengamanan dan penyidikan.

“Kami juga melakukan proses lebih lanjut dengan Kejaksaan Negeri dan Polres Klaten,” tambah Budi. Hasil pemeriksaan mendalam ini diharapkan dapat mengungkap jaringan peredaran rokok ilegal dan jalur distribusinya dari hulu hingga hilir. Bea Cukai -Sumbawa juga melakukan operasi terhadap rokok ilegal di wilayah Sumbawa Barat dan Sumbawa. Rudie Bayu Widjatnoko dari Bea Cukai Sumbawa mengungkapkan, “Tujuan pengamanan barang konsumsi ilegal adalah dengan menempelkan produk tembakau pada stempel tanpa menempelkan stempel cukai. Stempel, stempel cukai yang tidak benar, deskripsi dan penjualan stempel cukai

Dari sepuluh hari operasi, petugas bea cukai Sumbawa berhasil mendapatkan 70.525 gram tembakau iris dan 144 batang rokok ilegal, kemudian membawanya sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk memastikan hak negara. (*)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *