Bekerja sama dengan pemerintah daerah, bea cukai dan Jawa Custom DIY Center untuk memberikan kemudahan bagi Kawasan Ekonomi Khusus Kendall

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Kendall, pihak bea cukai berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada acara kick-off rapat Dewan Provinsi Kawasan Ekonomi Khusus Pusat. Wahyu Utomo, Ketua Dewan Kawasan Ekonomi Khusus, mengatakan pengembangan kawasan industri tentunya disertai dengan belanja modal yang besar harus menjadi langkah stimulus utama sejalan dengan agenda pemulihan ekonomi nasional. – “Kami berharap hal ini berdampak pada UMKM dan dunia usaha. Kemudian, kami perlu meningkatkan investasi di bidang pembangunan infrastruktur dan industri,” jelas Wahyu. Ia menyebut potensi besar Pantai Utara Jawa Tengah yang disebutnya sebagai “Koridor Ekonomi Pantura “. -Ganjar Pranowo, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, menaruh harapan kepada pemerintah pusat dengan harapan bisa mempercepat pembangunan kawasan industri. “Kalau disuruh buru-buru nanti bikin enak dan adrenalin naik. Karena itu penting untuk kita cepat sembuh. Selain itu, saya juga berharap bapak ibu fokus pada keadaan saat ini. Kondisi eksternal (terkena Covid-19) sudah dilakukan beberapa langkah, dan langkah ini tentunya perlu disesuaikan, ”kata Ganjer di hadapan seluruh perwakilan. Instansi terkait.

Secara khusus, Ganjar mengucapkan terima kasih atas perannya dalam pembangunan ekonomi Jawa Tengah. “Fasilitas kepabeanan dan kemudahannya. Bagi pemangku kepentingan, ini sangat penting,” ujarnya kepada Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Dinas Pajak Bea dan Konsumsi Kabupaten DIY Provinsi Jawa Tengah. -Tri Wikanto menjelaskan salah satu tujuan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal adalah mendirikan pelabuhan. Kantor Pusat Bea Cukai DIY Jawa menyediakan fasilitas pusat logistik berikat dan kawasan berikat dengan konsep dry port. Terry mengatakan: “Sejauh menyangkut izin, kami akan melakukan yang terbaik. Sejauh menyangkut transportasi, fasilitas kereta api dan pelabuhan darat dapat dipertimbangkan jika memungkinkan. Investasi bisa lebih kecil dan lebih cepat.” Tri menambahkan, Kawasan Ekonomi Khusus Kendall terletak di Kumpul Rejo Bonadem, Kec. Kaliwangu, Kabupaten Kendall. Lokasinya strategis karena dekat dengan Pelabuhan Internasional Tanjung Emas dan melewati Tol Trans Jawa, Tol Pesisir Utara Jawa, dan rel ganda Jakarta-Semarang-Surabaya. Terry mengatakan: “Sektor industri yang direncanakan berorientasi ekspor. Substitusi impor, produk-produk berteknologi tinggi dan aplikasi khusus yang mendukung Industri 4.0 dan logistik industri.” Pada tahun 2025, KEK Kendal diharapkan dapat menarik investasi senilai 727 triliun rupiah dan 20.000 angkatan kerja.

Provinsi Jawa Tengah menarik investor di sektor industri yang telah memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang lengkap untuk mengembangkan kawasan ekonomi khusus. (*)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *