Bea Cukai Teluk Bayur terus melakukan bisnis di pasar dan memperhatikan peraturan kesehatan

TRIBUNNEWS.COM-Dalam pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, Bea Cukai Bayur terus memantau melalui kepatuhan dan penegakan perjanjian sanitasi. Penegakan hukum tiga hari, dari tanggal 2 hingga 5 Juni 2020, berhasil memperoleh puluhan ribu rokok ilegal.

Hilman Satria, kepala Bea Cukai Bayur, mengatakan langkah itu diambil di Kota Solok, sebelah barat Sumatera.

“Dalam langkah ini, ada berbagai merek rokok ilegal, total 95.040 batang terdiri dari merek yang berbeda,” katanya.

) .

Dalam operasi pada Juni 2020, total potensi kerugian negara sekitar 46.999.256 rupiah. Selain itu, bukti telah disimpan dengan Bea Cukai Bayur untuk penyelidikan lebih lanjut. Hillman menambahkan bahwa stafnya akan terus bekerja untuk menghentikan peredaran rokok ilegal, terutama di Sumatera Barat. (*)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *