Tim bea cukai bersama menangani lima kasus penyelundupan narkoba

TRIBUNNEWS.COM – Selama sepekan, dari Minggu (23/2) hingga Kamis (27/2), departemen bea dan cukai di berbagai daerah sekali lagi berhasil menghentikan penyelundupan 1.100 gram ganja dan metamfetamin narkotika, dengan berat total 554,74 gram.

Syarif Hidayat, kepala bea cukai internasional dan antar-departemen, mengungkapkan bahwa langkah ini adalah hasil dari sinergi dengan petugas penegak hukum yang relevan (seperti Administrasi Narkotika Nasional dan polisi). Dia menyatakan: “Kerja anti-narkoba adalah tanggung jawab semua departemen di semua tingkat lembaga pusat dan daerah. Untuk mencapai tujuan ini, bea cukai terus memperkuat sinergi dengan polisi, TNI dan BNN untuk mengawasi distribusi narkotika.” Tim bea cukai gabungan Bangladesh dan Polisi setempat di Bangladesh berhasil menekan 950 gram daun ganja kering pada hari Minggu (23/2). Operasi dimulai dengan laporan publik bahwa ganja kering diselundupkan ke Malaysia di perairan Selat Benggala. Akibatnya, sebungkus obat ditemukan di daun ganja kering di tas penyerang.

Pada hari Selasa (25/2), Pasukan Bea Cukai Jayapura dan Pasukan Raider Pamtas ke-300 Angkatan Darat Indonesia berhasil memastikan keamanan dalam jarak 100 meter dari perbatasan RI-PNG, yang kebetulan adalah Ada 20 tanaman ganja di Kabupaten Keerom, Papua. Kemudian 150 gram ganja kering diselundupkan oleh kurir di perbatasan Skouw di Jayapura.

Pada saat yang sama, pada hari yang sama, Bea Cukai Batan berhasil menghentikan penyelundupan 303 gram metamfetamin di Bandara Knaddin berdasarkan intelijen dari Bea Cukai Tanjung Mas. Menurut hasil pemeriksaan radiografi, tiga benda asing yang mirip dengan kapsul ditemukan, yang disimpan di anus penyerang. 74 gram metamfetamin dimasukkan ke dalam rektum penyerang.

Setelah memberi tahu Kendal tentang kasus ini, tim pajak bea dan cukai Tanjung Emas kembali berhasil menggabungkan jaringan narkotika Batam-Jepara 150 g dengan cara yang sama. 2) .

Brigadir Jenderal BNNP Pusat Benny Gunawan mengatakan bahwa penangkapan didasarkan pada intelijen dan koordinasi dengan Bea Cukai Tanjung Emas, Bea Cukai Jawa Tengah dan Bea Cukai DIY, dan Kepulauan Riau. “Untuk kasus Kendal kemarin, jaringannya berbeda, tetapi modelnya sama. Tetapi melalui kerja sama dengan bea cukai dan penjara, tidak peduli seberapa rapi metode ini, kita dapat membongkar itu.” – Operasi bersama ini semakin membuktikan bahwa Polisi dan bea cukai BNN memiliki sinergi dan koordinasi yang kuat. Siarif menyimpulkan: “Adat istiadat juga menunjukkan melalui tindakan ini komitmennya untuk melindungi rakyat Indonesia dari ancaman narkoba yang dapat membahayakan dan membahayakan generasi penerus negara.” (*)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *