Menyita 29,5 kg metamfetamin dan 23.000 pil ekstasi, dan menyita 6 truk pakaian ilegal

TRIBUNNEWS.COM-Dengan kebiasaan Republik Indonesia (Sabtu / 03/07) di Riau Dumai, polisi berhasil menghentikan penyelundupan metamfetamin dan obat-obatan ekstasi. Metode yang digunakan oleh penulis adalah menyembunyikan obat-obatan dalam kantong teh Cina. -Menurut pemeriksaan oleh petugas gabungan, ada 16 kotak paket metamfetamin dengan berat sekitar 16 kilogram di kertas kemasan teh Guanguanwang, dan 8 paket metamfetamin dengan berat sekitar 8 kilogram dan 4 paket ekstasi dalam paket teh Pinping Packaging China. , Total sekitar 23.000 item. Tas merah. Selain berhasil memastikan keamanan narkotika, pejabat gabungan juga menangkap dua tersangka pembawa inisial RY dan SS. Direktur Administrasi Umum Bea Cukai, Heru Pambudi (Heru Pambudi) mengungkapkan: “Operasi ini diluncurkan berdasarkan informasi publik pada hari Jumat (03/06). Menanggapi informasi ini, pejabat gabungan Departemen Kepolisian Umum, Bea Cukai dan Kriminal Departemen investigasi segera menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera mengejarnya, tetapi karena mereka berdua bertempur saat melarikan diri, petugas mengambil target dan menargetkan tindakan untuk menghentikan mereka. Saat ini, bukti dan tersangka telah ditangkap. Dikumpulkan dan akan diselidiki lebih lanjut oleh Biro Investigasi Kriminal dari Unit Investigasi Kriminal Kepolisian Nasional – Selain tindakan yang diambil di Dumai, Polisi Nasional Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia-Batam-Jakarta yang berlangsung pada hari Sabtu di Batam (3/7) Kegiatan penyelundupan di jaringan internasional: Polisi menangkap dua orang dengan inisial (F) sebagai kru / kru, dan (S) sebagai penerima barang dan tempat penyimpanan barang Menurut laporan, mereka dibawa oleh tahanan di Penjara Cipinang Inspeksi. Selain menangkap tersangka, polisi juga menangkap tas hitam berisi 5 paket kuning dan 1 kantong teh Cina. Paket-paket itu dibuka dengan warna hijau dan diduga metamfetamin. Helu mengatakan, Operasi anti-narkoba Dumai adalah bagian dari “Operation Bright”, yang merupakan tindakan penegakan terbaru yang saat ini sedang dilakukan oleh bea cukai. Operasi BINAIRE adalah panggilan untuk operasi simultan di semua wilayah Indonesia, dan tujuannya adalah untuk memotong aspek nasional dan internasional (titik masuk). Dan titik masuknya pasokan narkotika, yang memiliki dampak lebih besar. Distribusi) Tindakan ini dilakukan dengan memperkuat koordinasi antara bea cukai dan petugas penegak hukum lainnya, yaitu Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian Republik Indonesia.

Operasi BININ berhasil menekan setidaknya 18 kasus. Dari 29 Februari 2020 hingga 9 Maret 2020, bea cukai Soekarno Hatta, bea cukai Palembang, bea cukai Batam, bea cukai Ngurah Rai, bea cukai Ambon, bea cukai Tanjungpinang, Bea Cukai Riau, Bea Cukai Riau Mataram dan Bali dapat memperoleh sekitar 78,1 kilogram narkotika, termasuk amfetamin, metamfetamin, ekstasi, nitroceta epa, diazepa, alprazolam, bromazine, dan tembakau gorila, Marijuana, tramadol dan MDA. Operasi BINING terbaru adalah operasi anti-narkoba yang dilaksanakan di Lombok oleh Bea Cukai Mataram, Bea Cukai Bali bekerja sama dengan BNN dan Bandara Internasional Avsec Lombok dari 7 hingga 9 Maret 2020. 0,9 gram Ganja dan 159 gram metamfetamin.

“Petugas mencurigai penumpang karena tindakannya yang mencurigakan. Kemudian, kami membawa pelaku ke ruang pemeriksaan. Hasilnya, 0,9 gram ganja ditemukan di barang-barang pribadinya. Selain itu, kami juga mengambil ganja. Penulis pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan X-ray dan menemukan ada 159,98 gram dalam dubur dari hasil pemeriksaan.

Menilai dari perkembangan kasus tersebut, petugas polisi menangkap dua tersangka lainnya (MR) dan (R) pada 8 Maret 2020. Hanya satu hari kemudian, pada tanggal 9 Maret 2020, petugas kepolisian kembali dapat menggunakan inisial (HK) atau (SW) untuk melindungi tersangka. Amphetamine.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *