Penulis rokok ilegal dijatuhi hukuman penjara jangka waktu tetap dan denda

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Banyuwangi terus melakukan tindakan agresif terhadap para pedagang dan distributor rokok ilegal serta menangkap para pelakunya dengan menahan ribuan bungkus rokok ilegal dan kemudian dijatuhi hukuman kurungan dan denda.

Jumat (26/6), majelis hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi menghukum terdakwa dengan singkatan yang diawali dengan terdakwa AT, karena dinyatakan bersalah atas dakwaan tindak pidana penyimpanan dan penjualan rokok secara ilegal. AT divonis satu tahun penjara dan denda 32.869.200 rupiah. –R Evy Suhartantyo, Direktur Biro Bea Cukai Banyuwangi, mengungkapkan hal itu bermula saat AT dilindungi petugas bea cukai Banyuwangi, Kamis (20/2) lalu. Di rumahnya di Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, ia menemukan bahwa AT menyimpan dan memiliki 1.966 bungkus rokok berbagai merek yang tidak ditempelkan pada pita cukai yang menumpuk di rumahnya. .

Berdasarkan fakta persidangan, AT mengaku telah memperoleh rokok dari seseorang di Pamekasan (DPO) Madura, lalu menjualnya di berbagai ruas jalan di Banyuwangi. — AT didapati melanggar Pasal 39 Undang-Undang Nomor RI Tahun 2007 tentang Pajak Konsumsi, yang berbunyi sebagai berikut: ‚ÄúSetiap orang yang menumpuk, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh atau menyediakan barang konsumsi yang diketahuinya atau layak diterimanya. Idenya adalah karena adanya tindak pidana berdasarkan hukum yang diancam dengan pidana penjara paling singkat satu (satu tahun), sampai dengan lima (lima) tahun penjara dan denda, paling sedikit dua kali (dua) kali lipat nilainya. Sebagian, seharusnya sepuluh (sepuluh) kali lipat dari nilai cukai yang terutang. Ivey menyimpulkan bahwa tidak menambahkan cukai adalah ilegal. (*)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *