Kunjungan online, Provinsi Jawa Tengah membuat terobosan baru di bidang bea cukai untuk menindak rokok ilegal

TRIBUNNEWS.COM-Untuk mencegah dan memberantas peredaran rokok ilegal, Bea Cukai DIY Jawa Tengah dan Kudus mengunjungi Pabrik Rokok Bonzalino untuk pertama kalinya melalui video conference pada Rabu (03/6).

Bricolage Jawa Tengah bertanggung jawab atas penegakan dan investigasi bea cukai. Arif Setijo Noegroho menjelaskan bahwa wawancara dilakukan secara langsung untuk mengumpulkan, menganalisis dan mengklarifikasi informasi terkait kegiatan produksi rokok, namun sekarang dilakukan secara online melalui video conference yang merupakan syarat dari wabah tersebut. Komunikasi antara bea cukai dan pengguna jasa, serta insentif bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan produksi sesuai dengan regulasi yang berlaku, ”ujarnya. -Arif menambahkan, kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan tindak lanjut di bidang penegakan hukum dan penyidikan. Informasi tersebut dikumpulkan dalam bentuk analisis, kemudian produsen rokok dikonfirmasi / dipahami.

Sementara itu, perwakilan Humas Bonzalia Muhammad Saifurrizal (Muhammad Saifurrizal) ) Menyatakan bahwa di bawah pengaruh pandemi Covid-19, sejak paruh pertama tahun 2019 produksi mengalami penurunan dibandingkan semester pertama tahun 2019. PT Bonzalia memproduksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT). ), ruang lingkup pemasaran meliputi Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera.

“Wilayah pemasaran SKM meliputi Jepara, Gresik, Lamongan, Majalengka, Subang, dan SKT pemasaran dilakukan di Sumatera yaitu Padang Sidempuan. Rizal menjelaskan, ia kemudian mengarahkan kamera ke lokasi pabrik untuk tur pabrik, sekaligus menjelaskan dan mendemonstrasikan proses produksi dari awal hingga akhir, serta menjelaskan peralatan yang digunakan, termasuk mesin, bahan baku, dan tenaga kerja.

Lakukan tur ini Untuk mengetahui dengan tepat lokasi pabrik dan status pabrik saat ini, untuk memeriksa hasil produksi umum, gunakan mesin untuk pencatatan dan akuntansi perusahaan.

“Akses online bisa jadi standar baru. Virus ini akan terus diterapkan selama pandemi Covid-19. Tentu perhatikan efektifitas dan efisiensinya,” kata Arif. (*)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *