Bea Cukai Lampung memastikan Pelabuhan Panjang siap menghadapi COVID-19

TRIBUNNEWS.COM-Sebagai pintu gerbang antar pulau dan barang asing, Pelabuhan Panjang di Provinsi Lampung tidak bisa lepas dari perhatian pemerintah. Apalagi sekarang, dengan penyebaran COVID-19 di Indonesia semakin meluas. Pentingnya kawasan pelabuhan Panthe sebagai sarana distribusi komoditas di Provinsi Lampung tentunya sangat berbahaya sebagai sarana penyebaran virus. Hal tersebut diungkapkan Esti Wiyandari, Direktur Administrasi Umum Bea Cukai Lampung, saat berkunjung ke Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pada Rabu (04/08). Markas Lampung (Lampung) digelar untuk mengecek langsung apakah Pelabuhan Panjang sudah siap menghadapi COVID-19. “Kali ini Pak Arenal menyimak laporan persiapan dari Bea Cukai Bandar Lampung, Pelindo II (IPC Cabang Banjang), Kantor Secondary Sanitation Pelabuhan Banjang dan Kantor Otoritas Pelabuhan. Katanya, saya Di Pelabuhan Banjang.Untuk memastikan pelayanan impor dan ekspor selalu dapat beroperasi secara normal tentunya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi.Pemeriksaan barang impor akan dilakukan secara selektif terutama untuk barang yang diimpor dari China.Untuk mendukung pencegahan pemerintah terhadap COVID- Terkait langkah 19, pihak bea cukai juga memberikan kemudahan berupa kemudahan tata cara impor barang non niaga untuk memerangi COVID-19 berupa pembebasan izin impor dan pembebasan bea masuk. Ia menambahkan: “Pajak impor. Ia menambahkan, COVID-19 merupakan bencana katastropik yang saat ini dihadapi Indonesia dan harus dikelola secara terpadu. Seperti halnya kelembagaan masyarakat di Provinsi Lampung, tentunya jika kebijakan dan tindakan yang diharapkan pemerintah begitu baik, tidak ada kepatuhan sosial. Tidak ada yang salah dengan individu, tidak akan berhasil. Semoga pandemi segera berlalu, semua sehat kembali, ekonomi membaik dan pulih, adat istiadat ditingkatkan, ”pungkas Esti. (*)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *