Bea Cukai Lampung mencegah penyelundupan 6,8 juta rokok ilegal

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Banda Lampung berhasil membersihkan total 6,8 juta batang rokok penyelundupan ilegal senilai Rp 7,2 miliar selama tiga hari berturut-turut, potensi kerugian negara mencapai Rp 4 miliar. Esti Wiyandari dari Kantor Bea Cukai Lampung memaparkan jadwal informasi dari masyarakat bahwa ada rokok ilegal dari Jawa ke Sumatera pada hari Idul Adha.

Pantau, hentikan, dan periksa rokok beberapa moda transportasi yang diduga merupakan angkutan ilegal, “kata Esti.

Baca: Pabean DIY Jateng mengamankan 3,8 juta batang rokok ilegal

— Lebih detailnya, Esti menjelaskan bahwa pada Jumat (31 Juli 2020) pukul 18.00 WIB, tim menemukan sebuah truk yang diduga memuat rokok ilegal tanpa pajak konsumsi. “Lalu tim kami benar. Aksi yang dilakukan sebanyak 910.000 batang dengan total nilai komoditas 1,1 miliar rupee dan potensi kerugian nasional sebesar 9.000 rupee. 493 juta, “ujarnya. -Dia menjelaskan. Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas kembali berhasil mengejar truk pengangkut rokok ilegal tanpa pita cukai. Nilai barang berkisar 848.640.000 rupiah. Potensi kerugian m Rp 450.864.960 .

Dibaca: Lampaui Target Juli, Pabean DIY Jateng Setor 20,64 Triliun Dolar AS ke Kementerian Keuangan

Tak berhenti sampai di sini, kata Esti saat dihubungi, Minggu (2/1). / 8) Sekembalinya ke pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 17.00 WIB, ia menindak sebuah truk berisi 51,2 juta batang rokok ilegal berbagai merek dengan nilai komoditas rokok tersebut sekitar Rp 52.224 juta. Potensi kerugian negara adalah Rp 3037037400. — “Semua barang bukti, pelaku dan fasilitas truk pengangkut yang dikejar oleh tim personel dibawa ke kantor kami untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Esti, tindakan ini harus menjadi jera, siapapun yang terlibat, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengedarkan rokok ilegal, guna menghilangkan keresahan tersebut, masyarakat dan pelaku hukum pernah mengalami situasi ini. , Dan memastikan perpajakan negara-negara yang dirugikan. (*)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *