Operasi Gempur di tiga wilayah memastikan ratusan ribu rokok ilegal

TRIBUNNEWS.COM-Sebagai lembaga yang berwenang mengawasi dinas pajak konsumsi, bea cukai rokok ilegal di berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri. Untuk menekan peredaran rokok tersebut, berbagai upaya terus dilakukan di seluruh wilayah pengawasan di Indonesia.

Saat ini Bea Cukai Telok Barr, Bea Cukai Malang, dan Bea Cukai Yogyakarta berhasil menghentikan peredaran rokok ilegal dan berhasil menjamin keselamatan ratusan ribu orang. diantara mereka. Rokok yang tidak memenuhi persyaratan undang-undang pajak konsumsi. -Telok Bakur berhasil memperoleh 103.924 batang rokok ilegal dari kegiatan usaha Rokok Gempur ilegal yang berlangsung dari 28-30 Juli 2020. Perkiraan nilai rokok ilegal melebihi Rp 57 juta. Hilman Satria, Kepala Dinas Bea Cukai Teluk Bayur, mengatakan selain melakukan penindakan, pihaknya juga aktif melakukan kegiatan sosial pemberantasan rokok ilegal. Sosialisasi ini diharapkan dapat semakin menekan peredaran rokok ilegal di Sumatera Barat.

Di Yogyakarta, pihak bea cukai juga berhasil menghentikan peredaran rokok ilegal melalui patroli darat di wilayah Sleman Yogyakarta. Hasil kerja sama antara Bea Cukai Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah, dan Bea Cukai DIY serta Bea Cukai Magelang, berhasil diperoleh 29.600 batang rokok ilegal dari pengendara sepeda motor berinisial (K).

Hengky TP Aritonang, Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, mengatakan petugas juga meminta informasi kepada pengendara sepeda motor.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, pengendara sepeda motor tersebut mengatakan bahwa ia menyimpan rokok ilegal lainnya di gudang rumah tersebut. Dari pemeriksaan ditemukan 143.360 batang rokok ilegal. Kemudian petugas membawa (K) dan barang bukti ke Bea Cukai Yogyakarta. Dinas melakukan penyidikan lebih lanjut.

Bahkan di tengah pandemi, Pabean Yogyakarta tetap berkomitmen untuk mengurangi jumlah rokok ilegal dengan cara mengoperasikan rokok Gempur secara ilegal.

“Dalam rangka pemberantasan rokok dan barang konsumsi ilegal lainnya, Kami juga berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum lainnya. Dalam kaitan ini, peran masyarakat juga sangat penting. Jika ada yang menemukan informasi tentang peredaran rokok ilegal, mohon segera hubungi kami agar dapat dilacak. Bea dan Cukai Malang kembali menindak tegas peredaran rokok ilegal. Pada Selasa (04/08), Bea dan Cukai Malang menggelar operasi pasar di Pasar Ngajum. Kepala Badan Tata Usaha Umum Bea dan Cukai, Lati Latif Helmi mengatakan, setelah mencari pemasok di pasar, ditemukan 39.916 batang rokok ilegal.

Sedangkan barang hasil operasi dibawa ke Pabean Malang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan keamanan. – — “Kami akan terus melindungi masyarakat Malang Raya dari perdagangan rokok ilegal. Oleh karena itu, “Latif menyimpulkan:” * Lebih lanjut menghilangkan efek berbahaya dari peredaran rokok ilegal. Selain itu, pemberantasan rokok haram secara terus menerus harus menciptakan suasana bisnis yang sehat.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *