Manfaat puasa, bersama dengan pantangan Choval, dapat diterapkan mulai besok.

TRIBUNNEWS.COM-Ramadhan telah usai, kini telah menjadi Syawal.

Setelah puasa wajib dilaksanakan selama bulan Ramadhan, banyak umat Islam yang melanjutkan puasa selama enam hari, yaitu puasa Syawal.

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan (sunah muakkadah).

Menurut sabda Nabi: “Barangsiapa yang berpuasa selama Ramadhan, kemudian mengikuti enam hari di bulan Syawal, itu seperti setahun berpuasa ((HR Muslim).) — Bacaan: Bayar hanya untuk Ramadhan Utang Puasa Tanpa Puasa Syawal, Apa Pahalanya? Itulah Ustaz Abdul Somad (Ustaz Abdul Somad) Bacaan: Niat Baca Puasa Syawal dan Puasa Ramadhan, Dengan Melampirkan Lafadz dan Makna-Dalam riwayatnya dijelaskan puasa setelah Ramadhan yang berlangsung selama enam hari pada bulan Syawal, seperti puasa setahun.

Shidiq MAg, guru Syariah IAIN Surakarta, mengatakan bahwa puasa Syawal Bulan Syawal berlangsung selama enam hari. Hari kedua Syawal (hari kedua Idul Fitri), dan seterusnya.

Puasa Syawal dimulai pada hari kedua, karena hari pertama Syawal adalah Idul Fitri, Oleh karena itu, puasa dilarang. -Baiklah dilanjutkan selama enam hari berturut-turut dari hari kedua Syawal.

Namun, jika menemui kesulitan, Anda tidak dapat melanjutkannya, selama Anda berpuasa selama enam hari dan selalu di Syawal. .

Hari pertama bulan Syawal dimulai dari 24 Mei 2020 hingga 21 Juni 2020.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *