Kebiasaan kerja normal baru, bawa pakaian untuk mengubah jarak dari karyawan lain

Laporan dari reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bahkan hari ini, meskipun pemerintah menerapkan transisi skala besar dari pembatasan sosial (PSBB), masih ada beberapa orang yang bekerja dari rumah (WFH). — Namun, ketika mereka bekerja di kantor, mereka harus beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk memprediksi penyebaran virus corona (Covid-19).

Presiden Asosiasi Ahli Medis Profesional Indonesia (PERDOKI). MPH, Astrid Widajati Sulistomo dari Sp.Ok mengingatkannya bahwa ketika Anda mulai bekerja, Anda harus mengenakan topeng, menjaga jarak, dan bahkan berganti pakaian untuk menjaga kebersihan pribadi dengan lebih baik. Kenakan masker, ganti pakaian, dan tingkatkan kekebalan tubuh. Jangan mencuci piring atau berdoa bersama orang-orang, “kata Dr. Astrid, yang tinggal bersama ILUNI UI, Selasa (16/6/2020).

Baca: Wanita hamil positif untuk Covid -19, apa yang harus dilakukan selama persalinan? Tidak disarankan untuk melahirkan Keibuan

Dr Astrid juga menyarankan agar perusahaan meningkatkan pemantauan kesehatan karyawan dengan memilih dan mengidentifikasi pekerja.

Sebelum memasuki kantor, pemindai termal harus digunakan untuk memeriksa suhu. Jika suhu tubuh lebih tinggi dari 37,3 derajat, tidak diperbolehkan Pekerja pergi bekerja.

Baca: Apakah aman untuk wanita hamil selama pandemi masker?

Perusahaan juga harus memperhatikan gejala awal seperti batuk, sakit tenggorokan, dan kelemahan. Pengawasan ini dapat dilakukan setiap hari ketika pekerja memasuki negara. Pergi.

“Ketika ada pekerja yang menjadi ODP atau PDP, Anda harus memperhatikan. Jika ada situasi, Anda harus hati-hati mengamati dan mengikuti jalan bertemu orang positif, “jelas Dr Astrid. — Selanjutnya, kantor juga akan disemprot semprotan empat kali sehari, dan menyediakan pembersih tangan di kantor .– – Akhirnya, Dr. Astrid mengingatkan untuk tidak mengumpulkan banyak pekerja dan tidak bisa lembur lebih dari delapan jam.

“Rencana kerja harus dilaksanakan. Selain itu, jam kerja pekerja tidak boleh lebih dari 8 jam. Semua kebijakan harus dirumuskan agar tidak menimbulkan kebingungan bagi pekerja, “Dr. Astrid menyimpulkan.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *