Di hari pertama Operasi Ganjil Jakarta, 1.062 atlet ditangkap polisi

Laporan reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pada Senin (10/8/2020), Polda Metro Jaya mulai menuntut pengendara yang melanggar kebijakan double-double. Polisi mengejar ribuan mobil secara total.

“Kemarin ada 1.062 loket tiket,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Selasa yang dihubungi Selasa (2020/11/11) – Sambodo menjelaskan, agen di tempat bisa lewat dua. Cara untuk menyeberang. Dia menyimpulkan bahwa, antara lain, ada penjaga manual staf dan tindakan yang dilakukan melalui kamera ETLE.

“Termasuk 619 tiket manual dan 443 tiket E-TLE”. Bahkan akan diberlakukan pada Senin (10/8/2020). Saat kebijakan sosialisasi dimulai pekan lalu, pengemudi dihimbau untuk mematuhi aturan tersebut. Petugas itu kemudian punya dua cara. Diantaranya, langsung memilih atau menggunakan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Baca: Pemprov DKI memberlakukan ketentuan 24 jam paritas di semua ruas jalan di Jakarta- “Sambodo di Jakarta, Kamis (8 Juni 2020):” Kami melakukan operasi manual dengan dua cara, anggota berangkat Di tempat, baik anggota ETLE, atau kamera elektronik. Untuk setiap poin yang memasuki area paritas, kami akan menetapkan anggota. Terkait tiket ETLE, Sambodo mengatakan polisi memasang 45 kamera ETLE di 13 dari 13 dari 25 ruas genap di DKI Jakarta. – “Sekitar 13 jalan zona paritas sudah dilengkapi dengan kamera ETLE. Di lokasi ini terdapat 45 kamera. Oleh karena itu, pengawasan kami tidak hanya bergantung pada anggota di lokasi, tetapi lebih baik.”

Selain itu, Sambodo Dikatakan, pihaknya juga akan mengerahkan hingga 125 orang untuk bekerja setiap hari. “Ada tim khusus yang bertanggung jawab mengawasi 25 jalur di daerah ini, dan sekitar 125 orang dikerahkan kepadanya setiap hari.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *