Truk ODOL merugikan negara triliunan rupee

Reporter Gridoto Bapak Adam Samudra-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berjanji membebaskan Indonesia dari truk overload, size and overload (ODOL) pada 1 Januari 2023. ODOL perlu ditertibkan kembali karena menimbulkan kerugian besar bagi pemerintah. Memang, truk pasta gigi adalah salah satu penyebab terbesar kerusakan jalan. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan, masalah Otto bukanlah masalah langsung, hanya terkait pelanggaran overload yang menyebabkan kemacetan lalu lintas, kerusakan jalan, dan biaya logistik darat yang tidak efisien. Masalah keamanan jangka panjang dan perilaku pemerasan yang belum diselesaikan oleh regulator dan aparat keamanan, ”kata Djoko dalam siaran persnya, Rabu (26/8/2020). — Baca: Kemenhub melarang truk ODOL menggunakan terminal penyeberangan. Menurut Djoko, masalah ini menjadi salah satu penyebab utama tidak efisiennya sistem logistik darat di Indonesia. Di Jawa Tengah, massa mengenakan pungutan pungli (dikenal dengan biaya koordinasi penanganan kargo satu kali) untuk memuat barang ke pabrik melalui Gudan sebesar Rp. Rp1.000.000-Rp. Setiap truk Rp1.500.000, – dan tarif jalan berkisar antara Rp500.000 hingga Rp750.000. Oleh karena itu, pengemudi truk harus membayar kurang lebih Rp2.250.000, ”jelasnya. -3 hari, jadi staf truk butuh makanan tambahan dll. Jika sedang terburu-buru tentunya ada biaya tambahan sekitar Rp 300.000. bahan lainnya. Misalnya, di 11 ruas tol yang dikelola PT Jasa Marga, hingga Mei 2020, 272 kecelakaan atau 48% kecelakaan di ruas tol disebabkan truk.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *