Ojek Online belum diperbolehkan mengangkut penumpang di Kelurahan Zona Merah Kota Depok

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK-Ojek atau ojek online berbasis aplikasi online dijadwalkan kembali pada 7 Juli untuk mengangkut penumpang ke Kota Depok, Jawa Barat. .

Selain menyiapkan peralatan protokol kesehatan (termasuk separator) antara penumpang dan pengemudi, aplikator juga diwajibkan menggunakan sistem geofence buatan Jakarta untuk menyesuaikan sistem aplikator. Sejak pemerintah melarang ojek online membawa penumpang di zona merah, ini menjadi salah satu syarat utama yang harus dipenuhi.

Baca: Masa Transisi PSBB Jakarta Jadi Harapan Baru Ojek Online, Meski Masih Kekurangan Penumpang-Jadi Mohon Kecualikan Area Merah. Kata Da Dang kepada Kompas.com, Sabtu (4/7/2020).

Bacaan: Di era pandemi, transportasi aman dan angkutan ojek online biasa. Ia menambahkan: “Jadi merah Di area ini, Anda tidak bisa naik (penumpang) atau memesan (ojek online). Nanti aplikasinya akan otomatis.

Dadang menjelaskan, hingga saat ini di Depok masih ada 10 orang. -19 yang dinyatakan sebagai kelurahan di zona merah, dan masih mendapat perawatan atau isolasi.

Dadang mengatakan angka tersebut mungkin saja Akan berganti sebelum kembali ke ojek online untuk mengangkut penumpang. Hingga Senin nanti, seluruh desa akan dilarang mengoperasikan ojek online.

Selain itu, pihaknya juga akan mengupdate Depok Red Zone City seminggu sekali Data desa kecamatan untuk membatasi pengoperasian ojek online.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *