Jika kasus positif corona terus meningkat, Pemprov DKI akan memberikan opsi paritas untuk sepeda motor

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemprov DKI Jakarta tidak menutup kemungkinan mempelajari penerapan paritas untuk semua kendaraan bermotor (termasuk kendaraan roda dua) di jalan Ibu Kota sepanjang hari atau 24 jam sehari. – Direktur Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan bahwa tujuan dari hal tersebut adalah untuk menahan pergerakan masyarakat pada saat pandemi Covid -19 sehingga penyebaran wabah tidak akan terjadi. Ia mengatakan kepada Kompas.com pada Senin (10 Agustus 2020) bahwa kami akan melakukan penelitian secara menyeluruh dan tidak mungkin menerapkan berbagai opsi. – “Misalnya, masa berlaku paritas akan diperpanjang sepanjang hari, lalu berlaku untuk semua jalan, bahkan mungkin semua kendaraan bermotor, termasuk sepeda roda dua (atau sepeda motor),” kata Syafrin. — Artinya, jika tidak ada perubahan mobilitas warga setelah penerapan bilangan ganjil dan genap, maka aturan bisa menjadi lebih ketat.

Syafrin mengatakan, penegakan hukum dapat mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2020 yang mengatur tentang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar pada masa transisi menuju masyarakat yang sehat, aman dan produktif.

Sebenarnya sesuai regulasi, Pemprov DKI berhak mengatur daerahnya sendiri untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19. – ‚ÄúTidak parsial, kita terapkan sekarang. Lantas, kenapa janji ini bisa diwujudkan dengan jaminan sebagai alat kebijakan? Otorisasi bisa dilakukan oleh Pemprov DKI, kata Severin lagi. Ini termasuk sosialisasi Covid-19 belum digunakan di Jakarta dan kami masih bekerja keras untuk mengatasi masalah ini agar dia bisa segera lepas dari pandemi.Dia mengumumkan, tentunya semua alat harus dipindahkan. -Harap diperhatikan, Sistem penggunaan metode paritas untuk membatasi mobil penumpang diberlakukan kembali kemarin (10/8/2020) Senin. Sistem paritas dibagi menjadi dua bagian, yaitu WIB antara jam 4 pagi sampai jam 9 malam dan jam 6 sore sampai sore hari. Pukul 10 WIB, sistem tidak berlaku untuk hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Artikel tersebut dimuat di Kompas.com dengan judul “Jika Kondisi Korona Terus Meningkat Berlaku Angka Ganjil Berlaku Untuk Sepeda Motor”

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *