Berbeda dengan kompetitor, Honda lebih memilih city car sebagai model kendaraan listrik pertama

Wartawan Tribunnews.com memberitakan Lita Febriani-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Banyak pabrikan otomotif yang memilih mobil dan SUV sebagai mobil listrik pertamanya. Misalnya model mobil listrik Tesla, model SUV elektrik Audi dan Hyundai.

Berbeda dari Honda. Pabrikan mobil asal Jepang itu memutuskan untuk membangun mobil listrik pertama berupa city car berupa Honda e.

Kapasitas baterai Honda e, yang dirilis di Eropa awal bulan ini, sekitar setengah dari Tesla Model 3. Ia hanya dapat menempuh jarak hingga 280 kilometer setiap kali baterai terisi penuh.

Mobil listrik milik Tesla, Audi, dan Hyundai dapat menempuh jarak rata-rata 570 kilometer dengan sekali pengisian daya.

Baca: Catatan: Nissan meluncurkan e-POWER 2 di Indonesia pada September lalu

Mahalnya harga baterai membuat pabrikan mobil listrik atau mobil listrik itu akhirnya memutuskan untuk memproduksi model yang lebih besar dan multifungsi dengan harga mahal.

Kepala teknisi Honda e Tomofumi Ichinose mengatakan bahwa sebagian besar mobil listrik menggunakan baterai berkapasitas besar, tetapi biasanya tidak menggunakan kapasitas sebanyak itu saat berkeliling kota.

Baca: Repika Tesla Model Y Ride-toy car dijual seharga 1,5 juta rupee- “dan anggap area yang lebih kecil adalah pilihan yang lebih baik untuk kota,” dikutip oleh Ichinose (European Autonews Friday (2020) 28 Agustus 2008) dikutip.)

Honda e memakai desain retro, mengingatkan pada model klasik Honda N360 dan N600. 1960-an-Honda e dua pintu adalah city car kelas atas, dengan harga sekitar 33.000 euro atau sekitar Rp 55 juta, lebih mahal dari Renault Zoe yang lapang.

Insinyur Honda mengutamakan penanganan yang tepat dan tepat sehingga dapat dengan mudah berbelok di jalan sempit. — Kaca spion samping telah diganti dengan penglihatan internal untuk mencegah benturan dan goresan saat parkir. — Model ini hanya akan dijual di Eropa dan Jepang pada akhir Oktober 2020. Honda mengharapkan penjualan tahunannya di Eropa saja menjadi sekitar 10.000 kendaraan, dan penjualan tahunan di Jepang menjadi sekitar 1.000 kendaraan.

Pabrikan mobil menyatakan tidak berencana menjual mobil di Amerika Utara atau China.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *