Pengguna transportasi darat sering sendirian, dan Kementerian Perhubungan menuduh pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan aturan SIKM

Laporan reporter Tribunnews.com tentang Hari Darmawan-Jakarta (TRIBUNNEWS.COM), Budi Setiyadi, Kemenhub, Direktur Transportasi Darat, Kementerian Perhubungan Transportasi di masyarakat selalu sepi. -Menurut Budi, masyarakat tidak banyak bepergian melalui darat, karena harus memiliki izin imigrasi (SIKM) untuk memasuki wilayah DKI Jakarta.

Saat mengecek implementasi Circular No. 11 tahun 2020 di Terminal Pulogebang di Jakarta, tidak banyak orang datang untuk bepergian. “Saya sedang mempelajari cara mematuhi kontak dengan Administrasi Umum Sirkulasi Transportasi Darat No. 11. Budi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (19 Juni 2020):” Kementerian Transportasi terlihat kesepian di terminal Pulogbang pada tahun 2020. “Buddy juga mengatakan bahwa setelah melihat implementasi dari Kementerian Perhubungan, sesuai dengan peraturan terminal Pulogebang, pada malam 1 Juli 2020, kapasitas penumpang bus dapat mencapai 70% dari kapasitas penumpang-baca : Sebuah rekaman video tentang seorang pengemudi virus Pengemudi Ojol: menangis dan menangis ketika dikejutkan oleh para profesional senior

Saya berharap dengan pembukaan 70% dari kapasitas transportasi darat, orang-orang yang bepergian akan terus menerapkan perjanjian kesehatan, “kain Kata Dee.

Baca: Toyota berjanji akan meluncurkan seri produk terbaru tepat waktu, termasuk Fortuner terbaru?

Selain itu, Budi juga mengatakan bahwa harga transportasi darat berkualitas tinggi saat ini belum meningkat. — Baca: Ketika Pandemic Covid-19 menurunkan harga mobil, Mobkas ini memilih harga Rp. 70 juta-Budi berkata: “Kita harus terlebih dahulu melihat permintaan. Jika tarif meningkat dalam situasi sulit ini, kemungkinan transportasi umum akan hilang.”

Untuk referensi, Bentong Surat No. 11 Peraturan 2020 menetapkan instruksi pelaksanaan dan instruksi teknis untuk transportasi darat selama periode adaptasi bea cukai baru untuk mencegah penyebaran Covid-19.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *