Hingga 30 Juni 2020, kapasitas penumpang maksimum sebuah mobil pribadi tidak boleh lebih dari 50%

Report oleh Tribunnews.com reporter Hari Darmawan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Transportasi dan Transportasi Darat (Kemenhub) masih membatasi kapasitas penumpang mobil pribadi hingga 50% dari total volume transportasi, Budi Se Budi Setiyadi mengatakan bahwa batas kapasitas transportasi akan berlaku hingga 30 Juni 2020.

Direktur Pelaksana Budi mengatakan pada konferensi pers virtual pada hari Selasa (9 September 2020): “Dalam rencana ini, ada tiga masalah terkait dengan membatasi jumlah penumpang di kendaraan pribadi (terutama mobil). Tahapan atau langkah “. Menurut Direktur Jenderal Budi, pada tahap pertama, dari 9 hingga 30 Juni 2020, transportasi mobil pribadi masih terbatas hingga 50% dari total kapasitas transportasi penumpang. –Baca: Ojek Online dapat menampung lebih banyak penumpang. Permintaan manajer umum adalah sebagai berikut: “Oleh karena itu, mobil pribadi yang didedikasikan untuk 5 penumpang hanya dapat mengangkut 3 penumpang, sedangkan mobil dengan kapasitas 7 hingga 8 penumpang hanya dapat membawa 4 penumpang, “kata manajer umum Budi .

Membaca: Kementerian Transportasi: Kapasitas penumpang udara meningkat menjadi 70%

Direktur Jenderal Budi mengatakan bahwa total kapasitas fase kedua dan ketiga akan ditingkatkan menjadi penumpang 75% dari kapasitas transportasi.

“Fase kedua akan dilakukan dari 1 Juli hingga 31 Juli, dan fase ketiga adalah standar baru dari 1 Agustus hingga 31 Agustus.”

Membaca: APPBI membuka kembali untuk berbelanja Penyewa pusat sedang menyiapkan aturan baru – Manajer Umum Budi mengungkapkan bahwa aturan ini termasuk dalam Surat Edaran No. 11 Administrasi Umum Transportasi Darat tahun 2020. General Manager Budi mengatakan bahwa surat No. 11 tahun 2020 adalah arahan teknis yang diterapkan untuk menghapus Covid-19.

Direktur Budi mengatakan bahwa dengan mengawasi peraturan, dengan seperti polisi, Kadishub dan pemangku kepentingan lainnya. Karena itu, aturan ini diterapkan oleh masyarakat.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *